Recent

Friday, December 4, 2009

KONSEP KESADARAN


Dzikir artinya sadar atau ingat, Dzikrullah maknanya dzikir atau ingat kepada Allah SWT dengan sadar serta mengucapkan kata-kata yang menuju kepada-NYA. maka dzikir dalam arti sempit biasanya (sering kali) diterjemahkan dengan Subhanallah, alhamdulillah, laa ilaaha illallah, allahu akbar, dan sebagainya.
dalam arti luas, dzikiradalah sebuah kesadaran akan peran seseorang di muka bumi. dzikir atau ingat kepada Allah SWT yang di ejawantahkan ke dalam kehidupan sehari-hari. dzikir ridak saja hablum minallah, tapi juga hablum minannas. kesadaran diri inilah yang patut dimiliki oleh seorang muslim yang ingin bangkit dari keterpurukan, terutama keterpurukan moral. ia mesti sadar diri, sadar akan lingkungannya dan bisa menjalin hubungan dengan sesama melalui silaturrahmi.

1. Sadar diri
pertama, seorang muslim pertama kali harus sadar atau mengenal dirinya terlebih dahulu. kenla atau sadar akan membuat kita selalu bersyukur, bahwa di antara kita masih ada yang lebih sengsara. kita memosisikan diri kita di antara sekian ribu atau miliaran orang. ternyata tidak semua orang dapat menikmati kehidupan seindah kita. apa yang kita dapat selama ini merupakan anugerah yag tiada taranya. demikianlah, dengan mengenal diri seorang muslim akan selalu mudah bersyukur.

2. Sadar fasilitas
kedua, adalah sadar atau kenal lingkungan. lingkungan di sekitar kita pada hakikatnya adalah fasilitas yang dinerikan oleh Allah SWT kepada kita. seperti kita mempunyai sebuah mobil, pasti kita akan tergerak untuk mempelajarinya. ada setir, ban, ada mesin, ada dashboard dan sebagainya. kita akan tergerak untuk mengetahui barang -barang apa saja yang ada di mobil itu. kalau sewaktu-waktu bermasalah tentu dengan mudah kita akan dapat memperbaikinya. sebab, mobil tersebut akan menyertai kemana saja kita pergi. demikian pula dengan lingkungan kita, pengenalan lingkungan adalah dengan cara belajar. apa yang ada disekelilingnya dipelajari. seperti mempelajari bagian-bagian mobil, kita pelajari elemen-elemen di sekitar kita, termasuk manusianya. misalnya lignkungan di kantor, kita mempelajari satu per satu sifat, karakter dan perilaku orang-orang yang ada karen kita hidup bersama mereka. atau suatu ketika ada maslah dengan salah satu dia antara mereka kita sudah tahu harus bagaimana cara membetulkannya. jadi, kenal lingkungan adalah mempelajari aspek detail dari lingkungan tersebut, baik fisik maupun nonfisik.

3. Sadar peran diri
ketiga, adalah sadar peran diri. kalau pada tahap kedua kita hanya mengenal lingkungan saja, tahap ketiga ini mulai melakukan interaksi. sebelum berinteraksi, kita hendaknya mengenal dimanakah posisi kita di antara orang-orang di sekitar kita. kenali peran diri kita, lakukan dengan cara berkawan dengan baik. ibaratnya, dalam menggunakan mesin kita mulai mencet-mencet tombol dan menguji keahlian kita menggunakan alat tersebut. jadi, potensi yang ada dalam diri kita dipertemukan dengan potensi lingkungan. apa yang bisa kita berikan buat saudara atau kawan kita, marilah kita berikan sebaik-baiknya, keahlian, kemampuan, dan potensi diri sedapat mungkin di konstribusikan untuk lingkungan kita.

4. Sadar peran orang lain
keempat, adalah kenal peran orang lain. disinilah kita dapat saling berperan, berbeda dengan interaksi manusia dengan alat yang hanya satu arah, maka interaksi antar manusia bersifat dua arah atau bahkan multi arah. satu sama lain menigsi kekurangan yang ada. sendirian seseorang tidak akan mampu mendorong menghidupkan mobil yang mogok. masing-masing orang harus memahami, menyadari dan memainkan perannya masing-masing. Tuhan menciptakan segala sesuatunya sesuai dengan potensinya. demikian pula manusia, pasti ada bakat khusus yang dimiliki masing-masnig orang dalam menjalankan perannya.

5. Silaturrahmi
terakhir, adalah bersilaturrahmi. yaitu merajut benang potensi satu sama lain dan memperkukuhnya. kalau pada kenal peran orang lain hanya saling mengisi, fase silaturrahmi sudah menjalin suatu kerja sama yang erat. dalam silaturrahmi aspek komunikasi menonjol sangat kuat. kerja sama inilah yang akan menghasilkan sebuah karya yang bermanfaat bagi umat. sekelompok orang yang sudah dapat menjalin interaksi sosial yang kuat satu sama lain akan menghasilkan masyarakat yang kuat. bagi seorang muslim, inilah yang menjadi motivasi bagi dirinya dalam membangun masyarakatnya.
dengan menjalani peran seperti ini maka seorang muslim akan terus termotivasi, bersemangat dan berdzikir ia padukan dan sinergikan. bagaimana tidak, ia telah mengenal dan menggali potensi yang ada dalam dirinya. ia akan terus berkarya sehingga memberikan manfaat bagi orang lain, sebagaimana lebah yang terus membuat madu agar dapat dimanfaatkan oleh manusia. baginya, dunia yang dihadapi bukan dunia yang keras dan cadas, bukan dunia yang sakit dan penuh kegelapan, tapi dunia yang mereka hadapi adalah keindahan (walaupun hanya semu). hidup ini adalah anugerah Tuhan yang indah. maka akan tercetus suatu ungkapan tentang kehidupan dari mulutnya

Life is challenge, meet it.
Life is a song, sing it.
Life is a dream, realize it.
Life is a game, play it.
Life is love, enjoy it.

0 komentar:

Post a Comment