Recent

Wednesday, December 16, 2009

FILSAFAT POLITIK

Plato mengatakan jika kita ingin memiliki gambaran moralitas yang jelas bagi individu perorangan, kita harus kembali pada negara, dimana, kata plato, "tertulis jelas" bagi kita untuk bisa melihatnya. persoalan bentuk negara, topik yang secara prinsip dibahas dalam republic - adalah persoalan filsafat politik. filsafat politik dimaknai sebagai cabang filsafat yang mempelajari permasalahan seperti pertanyaan tentang apa yang dimaksud dengan masyarakat yang baik? apa yang dimaksud dengan keadilan? apa yang dimaksud dengan kekuasaan dan kontrol? serta pada siapa kesemuanya itu diberikan? apa hubungan subordinasi-superordinasi antara negara dengan perorangan? apakah negara ada untuk melayani individu ataukah individu ada untuk melayani negara? filsafat politik plato menjawab pertanyaan-pertanyaan tadi dengan berdasar pada etikanya, filsafat moralnya. filsafat moralnya menetapkan bentuk keadilan di dalam jiwa manusia. individu manusia iut adil atau baik, jika dia seimbang dengan struktur harmoni dari tiga bagian jiwa.

Tetapi apa hubungan keadilan dalam individu perorangan dengan negaranya? plato menjawab bahwa secara alami manusia adalah boneka yang mempunyai jiwa sosial, memiliki keinginan alami untuk hidup dalam komunitas. mereka bergantung pada masyarakatnya untuk mendapatkan ketenteraman serta untuk kepuasan hidupnya. oleh karena itu, negara dan pemerintahnya juga harus adil seperti halnya manusia. dalam hal ini, plato dan orang yunani bertentangan dengan doktrin kristen yakni bahwa negara itu tidak alami dan tidak baik, merupakan kejahatan yang diperlukan untuk mengendalikan kejahatan yang lebih besar yang mana akan memperlihatkan hasil bila nafsu dan kekerasan manusia tak terkendali dan tak tertahankan. dan yang seharusnya kita lihat, pandangan plato atas negara yang alami dan baik juga bertentangan dengan pandangan Karl marx yakni negara sebagai kediktaktoran oleh kelas penguasa, yang hadir untuk mengeksploitasi kelas sosial lainnya secara ekonomi dan untuk membelenggu perkembangan dan kemerdekaan mereka. tetapi bagi plato, negara kecil yang ikatan satu sama lainnya dekat bisa menciptakan keadaan alami bagi kehidupan manusia sebagai makhluk sosial. sementara kaum nasrani secara tradisional menekankan bahwa kehidupan yang baik terdiri atas hubungan baik dari nidividu sendiri, pribadi dengan Tuhan, dan tidak menekankan pentingnya hubungan sosial. plato dan orang yunani yakin bahwa kehidupan yang baik hanya dimungkinkan dengan terciptanya negara yang baik pula. lalu apa itu negara yang baik? apa itu keadilan dalam negara, yang merupakan organisasi politik atau apa pemerintah negara itu sendiri?

Keadilan di dalam manusia dan di dalam negara
Sebuah negara, kata plato, adalah seorang manusia yang "tertulis jelas". elemen yang menyusun negara itu berhubungan dengan elemen yang menyusun jiwa manusia. keadilan, kelebihan, atau moralitas negara sama seperti yang berlaku pada manusia. bagi plato, tidak seperti filsuf politik setelahnya, tidak ada pembedaan satu moralitas untuk perorangan dan satu lagi untuk negara, yang kemudian tidak perlu diperhatikan pada individu yang memerintah. lalu, elemen negara apa yangberhubungan dengan elemen jiwa? seperti jiwa manusia perorangan, setiap negara dengan apapun tipenya memiliki tiga bagian yakni tiga kelas sosial (kelas produsen), kelas militer, dan kelas penguasa atau pemerintah.

Pada negara yang ideal, republik yang dirancang socrates dan murid-muridnya, masing-masing dari tiga kelas ini menerangkan fungsi penting mewakili keseluruhan organik yakni masyarakat. kelas produsen menyediakan keperluan hidup bagi diri mereka sendiri dan bagi kelas lainnya (makanan, temapt berteduh, pakaian dan lain sebagainya). kelas produsen berhubungan dengan elemen nafsu dalam jiwa manusia, sedangkan pelindung atau penguasa berhubungan dengan elemen akal, dan kelas pendukung atau militer, yang membantu dan mendukung pelindung, berhubungan dengan elemen rohaniah.

0 komentar:

Post a Comment