Recent

Tuesday, March 23, 2010

HIKMAH SERAUT WAJAH

Bismillahi Ar Rahmaani Ar Rahiimi

Jika kalian adalah ‘seorang direktur’ yang punya gedung tinggi menjulang ke langit, jangan remehkan WAJAH “para kuli bangunan”, tanpa PERANTARA mereka…gedung kalian tak akan pernah berdiri.

Jika kalian adalah ‘seorang model’ berambut aduhai..jangan remehkan WAJAH “para tukang potong rambut”, tanpa PERANTARA mereka…kalian tak kan punya rambut sebagus itu (sebelum ada salon, tukang potong rambut lesehan adalah perintis model rambut).

Jika kalian adalah ‘seorang majikan’ berlantai kaca nan berkilau..jangan remehkan WAJAH “para pembantu”, tanpa PERANTARA mereka..rumah kalian tak jauh beda dengan gudang.

Jika kalian adalah ‘seorang presiden, gubernur ataupun bupati’..jangan remehkan WAJAH “para pasukan kuning” (tukang bersih-bersih kota), tanpa PERANTARA mereka…kota kalian akan seperti kota yang mati tanpa penghuni…

(Siapapun) kalian yang hanya bertanda 1 petik di kanan kiri kalian, jangan remehkan WAJAH mereka yang bertanda 2 petik di kanan kiri mereka...

Kalian yang bertanda 1 petik di kanan kiri kalian, tak kan bisa mendapatkan satupun hasil petikan jerih payah kalian selama ini TANPA petikan-petikan keringat dari mereka yang bertanda 2 petik di kanan kiri mereka.

1 petik bisa bertambah menjadi 2 petik, pun begitu sebaliknya…SEMUA INI HANYALAH SEKEDAR GAMBARAN, karena sesungguhnya petikan-petikan hikmah itulah yang akan mengangkat derajat kalian dan mereka (yang mengetahuinya), semoga kita digolongkan dalam hamba2-Nya yang selalu bersyukur...amin

Inti dari gambaran itu…JANGAN LUPA DIRI saat gembira (sebagian syair lagu too phat), semua itu pemberian Allah SWT dan diberikan pada kalian lewat PERANTARA mereka yang bertanda 2 petik di kanan kiri mereka.

Catatan ini terinspirasi dari “para kuli bangunan” yang sedang melakukan pengembangan untuk membangun rumah sakit. Canda tawa mereka adalah pendingin untuk menghilangkan keringat mereka. Sedangkan kami yang ada didalam ruangan, cukup sekali pencet tombol AC..dinginlah ruangan kami. Padahal tanpa PERANTARA mereka, ruangan ini tak akan ada.

0 komentar:

Post a Comment