Recent

Syeikh Abul Hasan Asy Syadzili : Tentang "Siksaan"

Siksaan itu terdiri dari empat macam : 1. Siksaan melalui adzab. 2. Siksaan melalui hijab. 3. Siksaan melalui pengekangan , dan 4. Siksaan ...

Gus Dur : Tentang tasawuf dan Wihdatul Wujud (Manunggaling kawula lan Gusti)

Di dalam sebuah buku, Alwi Shihab pernah memaparkan bahwa penyebaran Islam di Negeri ini dilakukan antara lain oleh kaum Ulama pesantren.

Dari Mujahadah ke Muraqabah, sampailah pada Musyahadah

Mujahadah : Berjihad menumpas hawa nafsu yang menghalangi jiwa untuk dekat kepada Allah Ta’ala. Muraqabah : Memperhatikan gerak-gerik hati,...

Kita sering merasa yakin, tahukah apa itu "Yakin"?

Dan diantara tanda-tanda Ulama’ Akhirat itu ialah sangat bersungguh-sungguh menguatkan keyakinan. Karena keyakinan itu adalah modal Agama....

Menjadi Manusia Yang Manusiawi

Maksud dari kalimat "Manusia yang manusiawi" adalah menjadi manusia yang baik dan benar, serta manusia yang benar dan baik.

Friday, November 27, 2009

KONSEP BERFIKIR

Tentu tidak semua berfikir menghasillkan kebangkitan. hanya proses berfikir yang hakiki saja yang menghasilkan kebangkitan itu. Kadang seseorang tidak memperhatikan apakah yang dilakukannya dalam berfikir merupakan hal yang esensi, prinsip, atau praktis. Ketiganya tentu berbeda. mari kita lihat piramida sistem berpikir berikut.

1. Esensi
Pada hakikatnya seseorang berpikir secara esensi (inti) terlebih dahulu. tanpa berpikit hal yang esensi maka tidak akan berujung pada kebenaran apalagi kebangkitan. pemikiran yang esensi dalam kehidupan ini adalah untuk menjawab sebuah pertanyaan dasar, "untuk apa kita berada di dunia ini?", Juga pertanyaan aasasi "Dari mana asal kita dan mau kemana kita setelah mati?", pertanyaan-pertanyaan itulah yang harus dijawab. dari awal pertanyaan tadi akan berkembang pemikiran esensial tersebut bahwa sesungguhnya keberadaan kita di bumi ini adalah untuk mengabdi kepada Tuhan ala semesta ini. keberadaan kita di muka bumi sebagai Khalifatullah.
Oleh karena itu, manusia sebelum berkiprah di dunia harus melakukan perenungan, tafakur, dan berpikir mengenai hal yang esensi ini. dalam ajaran islam, hal yang esensi adalah aqidah. keimanan terhadap Tuhan. keyakinan inilah yang menjadi pendorong seseorang dalam berpikir dan bertindak selanjutnya. keimanan juga menjadi dasar bagi setiap muslim dalam beraktivitas.
2. Prinsip
Setelh berpikir tentang hal yang esensi maka selanjutnya barulah kita melangkah menuju suatu prinsip. sebuah prinsip berbeda dengan esensi. prinsip adalah hal yang membatasi esensi. sesuatu yang esensi adalah sebuah inti. tanpa suatu pembatas maka ia bukan lagi sebuah esensi (inti). pembatas dari inti adalah suatu prinsip, jika esensi itu satu (karena ia adalah inti) makaprinsip bisa beberapa (namun tidaklah banyak).
Berpikir tentang hal-hal prinsip juga penting. sebab hal itu menjadi penjabaran dari hal yang esensi. seseorang yang berpikir dalam kerangka Islam, ia akan melihat masalah aqidah adalah hal yang esensi. sedangkan rukun iman dan rukun Islam adalah prinsip yang harus dijalankan. juga ilmu ushul fiqih (ilmu mengenai dasar agama Islam) adalah hal-hal prinsip yang merupakan pokok dari ajaran Islam. kaidah tersebut merupakan rumus dari penjaabaran aqidah maupun ajaran Islam.
Seseorang kadang sudah memahami hal yang esensi tapi gagal dalam menerjamahkan suatu prinsip. kadang prinsip yang dijabarkan itu melenceng dari esensinya. sebuah contoh konkret yang sekarang ini berkembang adanya asas pluralitas dalam beragama. seorang yang berpikir sistematik akan menyadari bahwa puncak segitiga adalah satu, yaitu hal yang esensi. oleh karena itu, hal yang esensi tersebut sebagaimana dijelaskan bahwa hal itu adlah inti, adalah satu pula. sebuah kebenaran tentang hal esensi adalah tunggal yaitu keesaan Allah SWT.
di atas sudah dijelaskan bahwa hal yang esensial adalah aqidah Islam. aqidah Islam adalah keimanan bahwa Tuhan adalah satu, yaitu tauhiid. namun demikian, ada pula kalangan yang menganut ajaran Islam yang berarti tauhiid, menganut pula prinsip pluralisme yang menyatakan semua agama adalah benar. di atas engakui hanya satu, kemudian dibawah mengakui yang lainnya juga. pluralisme memang baik tapi bukan untuk masalah aqidah atau hal yang esensial, seperti keyakinan terhadap suatu agama. orang yang berprinsip pluralisme dalam beragama gagal membuat prinsip yang menjabarkan esensi dala sistem berpikirnya.
3. Praktis
Setelah berpikir maslah prinsip,seesorang bisa memikirkan masalah-masalah praktis, berdasarkan hal yang esensi dan prinsip tersebut. hal yang praktis banyak sekali dan merupakan penjabaran dari esensi maupun prinsip. jumlahnya bisa tidak terbatas tapi tidak lepas dari koridor segitiga di atas. dalam ajaran islam, hal-hal praktis merupakan kajian fiqih mengenai perbuatan seseorang. disana akan dibahas perbuatan-perbuatan yang wajib, sunnah, mubah, haram dan juga makruh. tak ketinggalan masalah akhlal atau perbuatan moral yang sesuai dengan kaidah islami.
Dengan menjalankan sistematika berpikir ini maka seseorang akan mudah dalam menjalankan kehidupannya. tidak terombang ambing oleh suasana kehidupan. pemikirannya
fokus tidak kesana kesini tanpa arah. juga akan mudah menyelesaikan problematika hidup. yaitu dari hal-hal yang praktis ditarik kepada masalah prinsip dan kemlbali kepada sesuatu yang esensi. seorang muslim yang tahu akan potensi ini sudah seyogianya mengacu kepada sistem berpikir seperti ini. demikianlah yang dilakukan Rasulullah SAW dan para sahabat serta generasi pertama dulu sehingga mereka menjadi bangsa yang memimpin dunia.

Wednesday, November 25, 2009

Dialektika - Metode Socratik (pertanyaan adalah ilmu)


Dialektika pada mulanya memang seolah-olah tampak seperti menunjuk pada suatu perdebatan dengan tujuan utama mementahkan argumen seseorang atau membawa seseorang kepada kontradiksi-kontradiksi, dilema atau paradoks. namun sebenarnya dari semua itu hanya ingin berupaya untuk menggali hakikat dari seusatu hal melalui proses pertanyaan.
Sebagian besar dialog (debat) menggunakan metode filsafat yang diciptakan Socrates (Metode Socratik), kadang-kadang dinamakan Metode Dialektika. metode ini merupakan pencarian ilmu dengan menggunakan pertanyaan dan jawaban. pertanyaan yang dikemukakan biasanya menurut tema yang sedang dibicarakan, bisa juga pertanyaan umum yang terlihat sepele namun jika dipertanyakan akan mnenjadi sesuatu yang sulit dicari hakikatnya (terkadang kita sering mengucapkan sesuatu namun acuh tak acuh tentang apa sebenarnya arti dari sesuatu yang telah kita ucapkan).
Seperti contohnya apa itu kebajikan? apa itu keberanian? apa itu keadilan? dsb. jawaban yang diberikan pendengarnya adalah suatu definisi lantas kita melanjutkan dengan meentahkan masing-masing definisi lalu mengemukakan suatu contoh (argumen) pembalik yang terancang secara cepat bahwa definisi mereka (pendengar) itu masih terlalu sempit, terbatas, atau bias dan tak berdasar.
Metode socratik menggunakan teknik contoh pembalik untuk memunculkan serangkaian pertanyaan yang memperbanyak contoh dan kasus, untuk dimasukkan dalam definisinya.
Sebuah definisi harus menyatakan persamaan-persamaan yang dimiliki oleh suatu contoh, kasus, pemisalan dan pengandaian. misalnya saja contoh keberanian, keadilan, dsb. kadangkala ada sebuah pertanyaan dengan banyak definisi tapi tak satupun dari definisi-definisi tersebut bisa diraih sebuah hakikat arti/makna meskipun banyak yang telah dimentahkan.
Maka kita bisa mengambil sebuah kesimpulan bahwa dari pertanyaan-pertanyaan pembalik itu bisa kita petik sebuah ilmu (yang mungkin belum kita dapat dari pengetahuan yang telah kita dapat sebelumnya), ilmu yang mempunyai arti lebih dalam. dari sini kita juga akan bisa mendapatkan hikmah lainnya yaitu kita bisa memilah sebuah pertanyaan, apakah pertanyaan itu memiliki bobot (nilai) atau tidak.

Tuesday, November 24, 2009

"Hati" (The Questions for heart)


Banyak orang membicarakan tentang hati. begitu mudah pula orang berkata soal hati. tapi apakah mereka tahu apa itu hati? bagaimana sebenarnya hati itu? dan seperti apa sebenarnya hati kita itu?
Sempatkah terpikir bagaimana bisa sebuah hati yang mungil yang ada dalam tubuh kita bisa menampung segala memori-memori yang telah kita dapatkan selama hidup kita?
bagaimana juga hati bisa merasakan sakit yang luar biasa manakala kita tersakiti oleh sesuatu hal yang menyakitkan? berbicara soal hati mungkin akan ada jutaan referensi yang berbeda, apakah hati itu hanyalah segumpal darah pekat.?!
Lebih gampangnya kita bisa mengatakan bahwa hati itu sebenarnya adalah "ruang" yang terbagi oleh sekat (pembatas) menjadi dua bagian, kebaikan (Muttaqiin) dan keburukan (Munafiqiin). lantas bagaimana kita bisa mengetahui hati yang mana yang lebih dominan dalam diri kita, oleh karena itulah mengapa kadang kita dihadapkan oleh berbagai pilihan yang (kadang) membingungkan bagi kita. saat itulah kontradiksi (antara kebaikan dan keburukan) itu berkompetisi menguasai keadaan. dalam pembahasan sebelumnya (manajemen jiwa 2) disebutkan bahwa hati adalah raja dan pikiran adalah penglima (hakim) dalam tubuh kita. seperti halnya disini, hati akan menentukan sesuatu yang selanjutnya akan mengutus pikiran kita untuk mengambil sebuah keputusan. keputusan yang baik adalah hasil dari dua kontradiksi (hati baik dan hati yang buruk) dimana kebaikanlah yang menang. pun begitu sebaliknya, keputusan yang buruk adalah hasil dari dua konrtadiksi itu (dimana keburukan adalah pemenangnya).
Mungkin disinilah pentingnya selalu menjaga hati (untuk tetap teguh, tegar, dan yakin) pada sebuah prinsip dan keyakinan agar hati kita tetap tenang dalam menghadapi segala situasi yang sulit. hati yang tenang akan senantiasa menghasilkan pikiran yang jernih.
Bersambung...

Friday, November 20, 2009

Pemahaman Rasional (intelektual)


Perubahan dari pengetahuan petani yang tradisional tidak alamiah ke ahli tumbuhan yang ilmiah atau ke ilmu matematis para ahli astronomi ini merupakan perubahan yang kita katakan dengan naik dari keyakinan ke pemahaman akal. dan dalam melakukan penigkatan ke tingkatan ketiga pada tangga pengetahuan, sekarang kita harus mencapai sigifikansi garis terpisah.
Untuk tingkatan ketiga yang kita bahas sekarang, kita telah melampaui pembagian utama dari garis pengetahuan, memasuki alam pemikiran, meninggalkan gua keyakinan sehari-hari dan tingkatan fantasi yang lebih rendah, serta berjuang menapak menuju cahaya matahari, meniggalkan objek konkret alam kasat mata, objek sehari-hari yang dicerna oleh tahanan didalam gua (analogi gua : plato).
namun, objek seperti apa yang sedang kita coba tapaki menuju cahaya matahari? objek apa yang kita ketahui dengan daya intelektual ketika kita menyeberang garis menuju alam pemikiran? jawabannya ada pada pengetahuan bahwa objek yang kita ketahui dengan pemahaman intelektual atau rasional pada tingkatan ketiga yaitu pengetahuan merupakan konsep sejati sebagai dasar perlawanan kita terhadap objek keyakinan.
jika objek persepsi adalah sesuatu yang konkret, maka objek intelektual adalah objek yang abstrak, jika objek persepsi adalah benda tampak, maka objek intelektual adalah konsep umum atau universal, dan jika objek persepsi bisa diubah (dalam prosesnya / dalam proses perubahan), maka objek intelektual adalah yang tak berubah.
semua ini masih dalam lingkup alam pemikiran (yang sering berlawanan dengan hati), belum sampai pada dunia hati (dimana pemikiran bisa menjadi budak oleh kekuasaan hati sebagai raja dalam tubuh kita).

Thursday, November 19, 2009

- Kebijaksanaan Sejati -


satu-satunya kebijaksanaan sejati terkandung dalam pengetahuan bahwa kita tidak tahu. ketika kita mendatangi orang-orang yang menyatakan bahwa mereka adalah orang-orang bijak, maka kita justru akan mendapati jawaban bahwa orang yang paling bijak adalah orang yang mengatakan diri mereka tidak bijak. bagaimana bisa orang-orang yang mengatakan tidak bijak dikatakan sebagai orang yang paling bijak? karena paling tidak mereka lebih tahu bahwa mereka tidak tahu apa-apa.
misalnya, coba kita datangi beberapa penyair untuk mengetahui apakah mereka bijak atau tidak. kebanyakan kita akan mendapati bahwa mereka menciptakan puisi bukan dengan sebuah kebijaksanaan melainkan dengan sebuah inspirasi (pengecualian jika puisi mereka tercipta dari sebuah cerminan hati). (sebagian besar) para penyair itu seolah berpikir bahwa mereka adalah orang paling bijak karena puisi-puisinya.
hal ini cenderung menafikan pengetahuan sejati yang mereka miliki, bahwa kebijaksanaan tidak bisa didapat dari sebuah inspirasi atau pemikiran, melainkan dari sebuah kesadaran diri, atau lebih tepatnya dari sebuah cermin hati.
kesimpulannya, orang yang sadar bahwa mereka tidak tahu apa-apa akan selalu berusaha menentukan sesuatu yang lebih baik (bahkan bisa jadi lebih dari sesuatu yang bijak sekalipun).
selamat datang di dunia hatimu...!!!

Easier to run

it's easier to run
Replacing this pain with something numb
It is so much easier to go
Than face all this pain here all alone
Something has been taken
From deep inside of me
A secret I have kept locked away
No one can ever see
Wounds so deep they never show
They never go away
Like moving pictures in my head
For years and years they have played
If I could change I would
Take back the pain I would
Retrace every wrong move that I made I would
If I could take all the shame to the grave I would
Sometimes I remember
The darkness of my past
Bringing back these memories
I wish I did not have
Sometimes I think of letting go
And never looking back
And never moving forward so
There would never bee a past
Just washing it aside
All of the helplessness inside
Pretending I do not feel misplaced
Is so much simpler than change

It is easier to run replacing this pain with something numb
It is so much easier to go
Than face all this pain here all alone

Wednesday, November 18, 2009

Kebajikan adalah suatu pengetahuan

Prinsip bahwa kebajikan merupakan suatu pengetahuan adalah bahwa untuk mengatahui kebaikan adalah dengan melakukan kebaikan. kejahatan, kekeliruan atau semacanya muncul karena kurangnya pengetahuan, ketidakacuhan, dan ketiadaan lainnya. jika mengetahui kebaikan adalah dengan melakukan kebaikan, maka kekeliruan hanya datang dari kegagalan untuk mengetahui apa yang baik. "Tak ada orang yang melakukan kejahatan secara sukarela", kalau mengetahui kebaikan tentang sesuatu (dalam hal apapun itu), seseorang tak mungkin bermaksud memilih kejahatan.
Mungkin kita sering mendengar orang berkata "saya bertindak berlawanan dengan penilaianku yang lebih baik", atau "saya benar-benar lebih tahu?". mungkin hal ini konyol, karena jika kita benar-benar lebih tahu, jikan kita bear-benar lebih paham tentang hal yang lebih baik untuk dilakukan maka kita pasti akan melakukannya. jika kita benar-benar memiliki penilaian yang lebih baik dari yang kita gunakan, maka kita pasati bertindak berdasarkan penilaian tersebut, dan bukannya berlawanan. ketkan seseorang melakukan tindak kejahatan atau kekliruan, pastilah itu didasarkan pada pemikiran bahwa tindakan itu akan ada eksesnya, ada keuntungannya. seorang pencuri tahu bahwa mencuri itu adalah salah, tapi dia mencuri cincin berlian karena dia meyakini bahwa hal itu akan memikat perempuan, atau akan membuat dia kaya sebagai keuntungannya. begitu pula orang-orang yang menghabiskan hidupmya demi mengejar kekuasaan, gengsi atau kekayaan. mereka melakukannya karena berpikir bahwa salah satu dari tindakan itu akan membawa kebahagiaan bagi mereka.
seseorang harus tahu sifat alamiah manusia, supaya mengerti apa yang baik bagi manusia dan apa yang akan bisa membawa kebahagiaan, serta supaya mengerti bagaimana hidup dan apa yang harus dikejar untuk diraih. tanpa memperhatikan ini, tak akan pernah tahu apa yang baik bagi manusia dalam sebuah kehidupan, mengejar demi mencapai sesuatu namun tak pernah mendapatkan kebahagiaan, kehidupan seperti bisa dikatakan "kehidupan yang tak teruji, sedangkan kehidupan yang tak teruji tidak layak disebut hidup" (Socrates : Seri Petualangan Filsafat).

Friday, October 9, 2009

The Spirit carries On

Where did we come from,
Why all here?
Where do we go when we die?
What lies beyond
And what lay before?
Is anything certain in life?

They say, "Life is too short,"
"The here and the now"
And "You're only given one shot"
But could there be more,
Have I lived before,
Or could this be all that we've got?

If I die tomorrow
I'd be all right
Because I believe
That after we're gone
The spirit carries on

I used to be frightened of dying
I used to think death was the end
But that was before
I'm not scared anymore
I know that my soul will transcend

I may never find all the answers
I may never understand why
I may never prove
What I know to be true
But I know that I still have to try

If I die tomorrow
I'd be all right
Because I believe
That after we're gone
The spirit carries on

Victoria:
"Move on, be brave
Don't weep at my grave
Because I am no longer here
But please never let
Your memory of me disappear"

Nicholas:
Safe in the light that surrounds me
Free of the fear and the pain
My questioning mind
Has helped me to find
The meaning in my life again
Victoria's real
I finally feel
At peace with the girl in my dreams
And now that I'm here
It's perfectly clear
I found out what all of this means

If I die tomorrow
I'd be all right
Because I believe
That after we're gone
The spirit carries on

Another day

Live another day
Climb a little higher
Find another reason to stay
Ashes in your hands
Mercy in your eyes
If you're searching for a silent sky...
You won't find it here
Look another way
You won't find it here
So die another day
The coldness of his words
The message in his silence,
'Face the candle to the wind...'
This distance in my voice
Isn't leaving you a choice
So if you're looking for a time to run away...
You won't find it here
Look another way
You won't find it here
So try another day
They took pictures of our dreams
Ran to hide behind the stairs
And said maybe when it's right for you, they'll fall
But if they don't come down
Resist the need to pull them in
And throw them away
Better to save the mystery
Than surrender to the secret
You won't find it here
Look another way
You won't find it here
So try another day

Wednesday, October 7, 2009

A nightmare to remember

A nightmare to remember
I'd never be the same
What began as laughter
So soon would turn to pain

The sky was clear and frigid
The air was thick and still
Now I'm not one to soon forget
And I bet I never will

Picture for a moment
The perfect irony
A flawless new beginning
Eclipsed by tragedy

The uninvited stranger
Strated dancing on his own
So we said goodbye
To the glowing bride
And we made our way back home

Life was so simple then
We were so innocent
Father and mother
Holding each other

Without warning
Out of nowhere
Like a bullet
From the night

Crashing glass
Rubber and steel
Scorching fire
Glowing lights

Screams of terror
Pain and fear
Sounds of sirens
Smoke in my eyes

Sudden stillness
Wrapped in silence
No more screaming
No more cries

Stunned and bewildered
Cold and afraid
Torn up and broken
Frightened and dazed

Stunned and bewildered
Cold and afraid
Torn up and broken
Frightened and dazed

Lying on the table
In this unfamilliar place
I'm greeted by a stranger
A man without a face

He said, "Son do you remember?"
"Do you even know your name?"
Then he shined a light into my eyes
And said, "Take this for the pain."

Hopelessly drifting
Bathing in beautiful agony
I am endlessly falling
Lost in this wonderful misery
In peaceful sedation I lay half awake
And all of the panic inside starts to fade
Hopelessly drifting
Bathing in beautiful agony

"Tell me does this hurt you?"
Said the faceless man
"Can you move all of your fingers?"
"Can you try your best to stand?"

I asked about the others
Is everyone ok?
He told me not to worry
As he turned and looked away

Hopelessly drifting
Bathing in beautiful agony
I am endlessly falling
Lost in this wonderful misery
In peaceful sedation I lay half awake
And all of the panic inside starts to fade
Hopelessly drifting
Bathing in beautiful agony

Day after day
And night after night
We burden the oppressed
Did they ever see the red light?
Over and over
Scene by scene
Like a recurring nightmare
Haunting my dreams

How can you prepare
For what happens next?
The search you'll never have to see
His father's such a mess
It's a miracle he lived
It's a blessing no one died
By the grace of God above
Everyone survived

Life was so simple then
We were so innocent
It will stay with us forever
A nightmare to remember

Tuesday, October 6, 2009

PDF (Pariwisata Dunia Filsafat), PART 1

"Hal yang sepele, bisa menjadi hal yang teramat rumit...
pun begitu sebaliknya...
Hal yang rumit, bisa menjadi hal yang teramat ringan"
Itulah muqadimah (Kata Pengantar) singkat untuk filsafat.

Hidup setiap saat penuh dengan kejadian, peristiwa dan berbagai hal yang memenuhi pikiran kita. Namun sesekali, suatu waktu, kita mungkin merenung dan bertanya-tanya tentang semua itu. lantas pada saat itu timbul pertanyaan-pertanyaan dasar yang dalam sehari-hari mungkin tak pernah kita hiraukan sama sekali.

Singkat saja, filsafat bisa berawal dari sebuah rasa heran, lalu bertanya dan terus bertanya guna mengungkap jawaban dari rasa heran akan suatu hal. menelusuri tahap demi tahap hingga akhirnya mencapai kesimpulan pemikiran yang teramat "dalam". misalnya, pernahkah kita memikirkan terbuat dari apakah dunia itu, kenapa ya kulit kita bisa keriput, dari mana asal sebuah gravitasi hingga bumi itu bisa lengket dengan inti bumi, dari manakah asal sebuah huruf, seberapa dalam hati kita hingga bisa menampung dan menyimpan berbagai hal yang kita terima, pertanyaan-pertanyaan seperti itu bisa jadi muncul dalam pikiran kita lantas timbullah research untuk menemukan jawaban dari suatu pertanyaan hingga akhirnya muncullah sebuah hasil, temuan, ide, rumus, teori atau mungkin doktrin dari penjelajahan pikiran kita.

Ada sebuah pertanyaan singkat dan mungkin kita juga sering mengatakannya, KEBENARAN, "apa kebenaran itu.?!". dari ribuan (bahkan mungkin jutaan) jawaban, mungkin bagi diri mereka sendiri jawabannya lah yang benar padahal menurut orang lain bisa jadi salah. lantas kapan kita akan menemukan jawaban yang benar tentang kebenaran. itu masih dalam level mencari jawaban dari sebuah pertanyaan tentang kebenaran, belum lagi kalau kita sudah melakukan sebuah langkah, keputusan, atau mungkin tindakan.

Ada lagi sebuah pertanyaan yang mungkin lebih simple dari kata kebenaran, tapi mari kita baca dulu kalimat-kalimat berikut : "aku akan selalu ada untukmu", "kota itu berada disebelah kotaku", "bulan depan kita akan mengadakan parade musik". dari kalimat-kalimat tersebut pernahkan kita merenungkan apakah arti dari kata ADA.?!

Selamat berfikir dan
Tunggu episode berikutnya...
aku uda ngantuk banget.!!!

Wait For Sleep (Blog's Special Edition)

Standing by the window
Eyes upon the moon
Hoping that the memory
will leave his spirit soon
She shuts the doors and lights
And lays her body on the bed
Where images and words are
running deep
She has too much pride to pull
the sheets above her head
So quietly she lays and waits
for sleep
She stares at the ceiling
And tries not to think
And pictures the chains
She's been trying to link again
But the feeling is gone
And water can't cover her
memory
And ashes can't answer her
pain
God give me the power to take
breath from a breeze
And call life from a cold metal
frame
In with the ashes
Or up with the smoke from the
fire
With wings up in heaven
Or here, lying in bed
Palm of her hand to my head
Now and forever curled in my
heart
And the heart of the world

Tuesday, September 29, 2009

Mengenal Angan-angan

"Melanturnya angan-angan ialah menginginkan hidup untuk waktu yang panjang, dengan memastikan. sedangkan pendeknya angan-angan yaitu memastikan dalam angan-angan itu, misalnya; mengikatnya dengan istitsnaa (Insya Allah, dengan kehendak dan ilmu Allah SWT) dalam menuturkannya, atau dengan syarat baik dalam menginginkannya".

Dengan demikian, bila kita menyebut-nyebut hidup kita, umpamanya ; "aku masih akan hidup sesudah tarikan nafas yang kedua, atau hari yang kedua", dengan memastikan, maka kita di namakan orang yang melantur angan-angannya. hal ini merupakan makshiyat, karena yang demikian berarti memastikan perkara ghaib.

Jika kita membuat qayyid (mengikat) angan-angan itu dengan kehendak Allah SWT dan ilmu-NYA, lalu kita berkata "aku akan hidup Insya Allah", berarti kita keluar dari hukum angan-angan dan kita bisa di sifati sebagai orang yang meninggalkan angan-angan.

Begitu pula jika kita menginginkan hidup hingga waktu yang kedua secara memastikan, maka kita disebut orang yang panjang angan-angan. tetapi kalau kita membuat qayyid terhadap keinginan kita itu dengan syarat baik, maka kita keluar dari hukum angan-angan dan disebut orang yang pendek angan-angannya, karena kita tidak memastikan dalam keinginan kita.
Karena itu lah, mari kita tinggalkan memastikan dalam menyebut kekekalan dan menginginkannya.

Yang dimaksud dengan "Menyebut" adalah ingatnya hati, yakni memantapkan dan menetapkan pada hati untuk meninggalkan perbuatan memastikan itu.
Mari kita pahami keterangan di atas, mudah-mudahan mendapatkan petunjuk, aamien.

Angan-angan itu ada dua macam; angan-angan umum dan angan-angan khusus.
angan-angan umum yaitu menginginkan hidup terus untuk mengumpulkan dunia dan bersenang-senang dengannya. ini adalah makshiyat yang murni, dan lawannya adalah pendeknya angan-angan.
Allah SWT telah berfirman yang artinya : "Biarkanlah mereka itu makan dan bersenang-senang serta disibukkan oleh angan-angan mereka, maka mereka bakal mengetahui akibat perbuatan mereka".

Sedangkan angan-angan khusus yaitu menginginkan terus hidup untuk menyempurnakan amal yang baik. angan-angan ini mengandung hal yang mengkhawatirkan, yakni sesuatu yang tidak di yakini kebaikannya. sebab, kadang-kadang seseorang dalam melakukan kebaikan atau menyempurnakannya itu tidak ada bagusnya,karena terjerumus ke dalam ujub atau riyaa, atau afat lain, di mana kebaikan yang dilakukan tidak seimbang dengan afatnya.
Jadi, apabila seseorang memulai untuk melakukan shalat, puasa atau lainnya, maka ia tidak boleh bermaksud menyempurnakannya. sebab, kesempurnaan itu merupakan perkara yang samar. juga tidak boleh bermaksud menyempurnakannya dengan memastikan sebab boleh jadi hal itu tidak ada kebaikannya bagi orang tersebut. sebaliknya ia harus membuat qayyid dengan istitsnaa (Insya Allah) atau dengan syarat baik, supaya lepas dari buruknya angan-angan.

Allah SWT telah berfirman kepada Nabi Muhammad SAW yang artinya : "Janganlah sekali-kali engkau mengucapkan pada sesuatu : 'aku akan melakukan sesuatu itu besok', kecuali jika Allah SWT menghendaki".

Kebalikan angan-angan ini menurut para Ulama adalah niat yang terpuji. para Ulama mengatakan demikian hanyalah menurut cara memberikan kelapangan, karena orang yang berniat dengan niat yang terpuji itu pasti tidak mau berangan-angan.
Inilah hukum amal (angan-angan) dan niat yang terpuji.

Andaikata ada orang bertanya : Kenapa diperbolehkan memastikan pada permulaan, tetapi wajib pasrah dan istitsnaa dalam menyempurnakannya ?
Jawabnya : Karena, tidak ada kekhawatiran pada permulaan, sebab amal itu pada permulaan bukan sesuatu hal yang berada di belakang (belum terjadi), sedangkan dalam keadaan menyempurnakan terdapat kekhawatiran, karena menyempurnakan amal adalah suatu hal yang berada di belakang.

Jadi, dalam penyempurnaan itu terdapat dua kekhawatiran yang bisa sampai pada kesempurnaan, kita tidak tahu apakah bisa sampai ke sana atau tidak, dan kekhawatiran rusaknya amal, kita tidak tahu apakah dalam penyempurnaan itu baik atau tidak. kalau begitu, wajib istitsnaa lantaran kekhawatiran sampai tidaknya kepada kesempurnaan dan wajib pasrah lantaran kekhawatiran akan rusaknya amal.

Thursday, September 17, 2009

Perjalanan Hidup Seorang Pendiam

Sujudku,
tak akan pernah memuaskan inginku untuk menghaturkan sembah sedalam kalbuku...
Semua syukurku hanya kupersembahkan untuk-MU ya ALLAH,
untuk sebuah nama, harta dan keluarga yang mencinta,
serta perjalanan yang selama ini tertempa...
Alhamdulillah.....pilihan dan kesempatan ini lah
yang membuat hamba mengerti lebih baik tentang makna diri ini,

Semua menjadi lebih berarti dan lebih mudah dihayati
Alhamdulillah.....
ku kagumi semua kebesaran-MU ya ALLAH,
mungkin aku menilai kehidupan dari sudut yang berbeda...
yang tak memadai dan hanya mengecap sebuah rasa,
semua harta dan jamuan nafsu yang tak kekal
dan bila aku tua, semua bukan lah menjadi bekalku untuk menghadap-MU...
sebesar apa pun rumah yang ku punya, tetap bermula dari sekeping batu bata,
dan semua itu bisa hilang dalam sekejap mata atas kehendak-MU...
kuhanya ingin benahi diri ini di hadap-MU ya Rabbii,

Jadikanlah aku tentara fi sabilillah,
tentara yang selalu setia di jalan-MU...
tentara yang selalu tertanam dua kalimah syahadah,
entah apa yang terjadi apabila persimpangan telah tiba di hadapanku,
pastilah banyak rintangan yang harus ku hadapi..
tapi aku berharap, aku tak lupa diri saat gembira,
dan hanya inginkan ENGKAU jika saatnya tiba...
aku hanya manusia yang penuh dengan kekhilafan,
tapi aku bisa membedakan cahaya dan kegelapan
kucoba tabah saat KAU hadapkan duri dan cobaan,
kucoba teguh saat KAU hidangkan kekuasaan dan perempuan yang senantiasa dipuja, dikejar dan diinginkan...

Aku mengerti siapa aku tanpa-MU di sisi,
lantas apa guna dari semua ini tanpa-MU ya Rabb...
ini hanyalah sebuah tulisan dan bisikan isi hati,
di mana aku selalu mencari sebuah keterangan...
selalu menjiwai peranan...
ku ucap syukur Alhamdulillah atas karunia dan rezeki
dan semoga aku tak terlena dalam perjalanan ini

Aku yang terus memandang begitu dalam ke dalam lubuk hati,
terus mencari Dzat yang tersembunyi dalam relung hati
dan ENGKAU yang Maha Melihat,
alam yang selalu menyelimuti,
serta wujud yang selalu menyertai diri ini...
ENGKAU pindahkan seluruh alam ke dalam mata hati ini,
ENGKAU yang hakiki...
ENGKAU yang mengerti segala yang terjadi di langit dan di bumi...
Qada' dan Qadar-MU telah memberiku kekuatan,
untuk menghindar dari segala kesesatan
janganlah ENGKAU biarkan nafsuku ini terliur dari pandangan-pandangan majazi...
aku yang masih bodoh dan hina,
sangat merindukan cahaya rahmat-MU ya Rabbii

Semoga cahaya Lailatul-MU tak akan pernah membutakan mataku,
semoga segala janji selalu dapat ku penuhi,
semoga aku selalu dapat menghadapi tikaman dari belakang...
setajam apa pun tikaman itu,
aku tak akan pernah risau...
dengan hati ini yang selalu memikirkan-MU di sepanjang perjalananku,
aku akan selalu pasrah,
dan syukurku akan selalu untuk-MU ya ALLAH ya Rabbii

ini lah diriku, yang hanya milik-MU...

Tuesday, September 15, 2009

Kerendahan Hati

Kerendahan hati bisa melampaui tahap demi tahap, ia adalah pintu yang tak terkunci karena semua telah diserahkan kepadanya. Seseorang yang memperturutkan kedirian (nafsu) adalah kotor, dan suci lah seseorang yang mengikuti akal. Sedangkan seseorang yang manancapkan kerendahan hati berarti ia telah mendirikan sebuah tenda yang di sisi lain dari keduanya.

Hati para pencari dan pecinta Tuhan telah membentuk sebuah lingkaran kerendahan hati, maka kerendahan hati adalah guru dari para guru, di mana seluruh hati adalah murid-muridnya. Jika hati adalah raja dalam tubuh kita, maka sifat kerendahan hati adalah guru dari para raja (hati) itu. Andai hati menginginkan sesuatu, maka kerendahan hati itu lah yang akan melakukan sekaligus mengurungkan niat hati itu.